IMG_0001

Mang Ence, Seniman sunda dari leuwi...

Penampilannya sederhana, sesekali senyum mengembang dari mulutnya. Selintas ia seperti pedagang keliling lainnya. Menyusuri gang menjajakan ku...

IMG_0015

Senyum di Saung Bitung

Dahulu kondisinya sungguh memprihatinkan, beberapa bagian atap banyak lubang menganga sehingga hujan dapat leluasa masuk menembus gubuk reyot bera...

wakapolsek

Lebih dekat mengenal Wakapolsek Cit...

“jadi Polisi itu tanggung jawabnya 24 jam,dari bangun tidur sampai mau tidur,” demikian ucap Wakapolda Citeureup, AKP Wawan Wahyudin,SH saat ditemui ...

IMG_4318

Aksi Sosial Kelompok Pengamen Jalan...

Dentingan gitar diselingi gesekan biola meningkahi aksi siang itu. Di halaman komplek Kecamatan Citeureup, minggu, 11 mei 2014, beberapa pengamen jala...

Mang Ence, Seniman sunda dari leuwinutug


Penampilannya sederhana, sesekali senyum mengembang dari mulutnya. Selintas ia seperti pedagang keliling lainnya. Menyusuri gang menjajakan kudapan ringan yang ditenteng rinjing kecil ditangannya. kesehariannya pun sederhana, namun yang dilakukan tak dapat disebut sederhana. Tak ada yang menyangka dibalik profesi pedagang asongan yang disandangnya ia sudah banyak menerbitkan tulisan di majalah dan surat kabar, dan uniknya tulisannya kebanyakan berbahasa sunda. Read more

Senyum di Saung Bitung


Dahulu kondisinya sungguh memprihatinkan, beberapa bagian atap banyak lubang menganga sehingga hujan dapat leluasa masuk menembus gubuk reyot beratap kusam. Tiang penyangga kondisinya juga tidak lebih baik. Beberapa sisi sudah habis dimakan rayap. Lantai kayu berderak saat kaki menapak.
Bagian belakangnya jangan ditanya, bahkan dapurnya saja dapat dimasuki anak kambing lewat bilik dapur yang menganga. Bagian yang difungsikan sebagai kamar mandipun sebetulnya tak layak buat disebut kamar mandi. Untuk buang air besar saja mesti rela berjongkok di selokan belakang rumah.

Read more

Lebih dekat mengenal Wakapolsek Citeureup


“jadi Polisi itu tanggung jawabnya 24 jam,dari bangun tidur sampai mau tidur,” demikian ucap Wakapolda Citeureup, AKP Wawan Wahyudin,SH saat ditemui di ruang kerjanya,Mapolsek Citeureup. “ seringkali kita sebagai Polisi kehilangan hari-hari bersama keluarga,saat-saat lebaran kadang masih harus di lapangan untuk pengamanan,” tambahnya.
Menjabat 2 periode sebagai Kapolsek di Kota Bogor membuatnya memiliki bekal pengalaman memimpin Mapolsek. Bapak beranak satu ini selalu menekankan kepada jajarannya agar selalu melayani masyarakat dengan baik, siap dihubungi kapanpun saat dibutuhkan. Pernah ia dan keluarga baru saja duduk di sebuah biokop untuk menonton film, namun ia harus sssegera pergi karena ada panggilan tugas lewat handphonenya.
Rasio perbandingan personil polisi dan masyarakat dikita itu jauh tak berimbang. Rasio perbandingan jumlah polisi dinegara maju seperti jepang berkisar 1 polisi berbanding 250 orang. sedangkan di Indonesia masih satu berbanding 2500 hingga 3500 orang masyarakat umum, sehingga wajar banyak yang mengeluhkan kinerja polisi kita, ungkapnya.
Ramah,santai..itulah kesan yang didapat dari Pelayan Masyarakat ini. Dengan semangat ia menjelaskan tentang struktur kerja Mapolsek secara keseluruhan. Dari mulai Kapolsek hingga Babinmas yang bertugas di Desa dan Kelurahan. Ada 70 orang personel polisi yang disiagakan di Mapolsek Citeureup.
Ia menepis anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa untuk menjadi Polisi harus punya uang banyak. Ia berasal dari keluarga yang sederhana. Pria berkelahiran bandung ini tak sungkan mengakui masa mudanya sebagai sopir angkot sebelum menjadi polisi.Untuk membiayai sekolahpun mesti nyambi  jadi sopir angkot hingga bekerja serabutan. Namun itu semua menjadi pengalaman berharga buatnya. Bahkan naluri pekerja keras yang dimilikinya ditularkan kepada keluarganya. Istrinya hingga kini berjualan ayam potong di daerah bogor.
Pendekatan yang ia lakukan kepada masyarakat cukup efektif. Ia kerap membantu kebutuhan calo-calo yang ada disekitar kediamannya. Tak segan ia memberikan cicilan murah untuk kebutuhan rumah tangga sseperti tv,kulkas,kepada calo-calo prapatan. Dari situ terjalin hubungan yang baik, jadi Polisi itu harus disukai masyarakat bukan sebaliknya, begitu ujarnya.
Suka duka menjadi polisi sudah banyak ia rasakan. Ia berharap dapat menjadi panutan minimal buat keluarganya, buat anaknya yang kini semester tiga di IPB Bogor. Ia akan terus menyampaikan tugas dan wewenang polisi kepada setiap jajarannya, harapannya Polisi dapat melayani Masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Aksi Sosial Kelompok Pengamen Jalanan Jagorawi

Dentingan gitar diselingi gesekan biola meningkahi aksi siang itu. Di halaman komplek Kecamatan Citeureup, minggu, 11 mei 2014, beberapa pengamen jalanan yang tergabung dalam Komunitas Pengamen Jalanan Jagorawi menggelar event bertajuk Ulang Tahun Kelompok Pengamen Jalanan Jagorawi.
Ulang Tahun ke 18 tersebut dihadiri oleh hampir semua Pengamen yang biasa mangkal di jagorawi. Dalam kegiatan hari itu digelar acara Pagelaran Musik dan santunan anak yatim. Mereka yang biasa ngamen di Bis kota maupun dijalan hari itu manggung bergantian dengan sesama pengamen lainnya. Genre music yang dibawakan pun beragam, dari pop,blues,dll.
Suasana terasa mengharukan saat beberapa pengamen dengan penampilan anak jalanan memberikan santunan kepada warga kurang mampu. Moment ini sebagai bentuk kepedulian mereka kepada yatim dan dhuafa.
Saat ditemui disela acara, adi, ketua Komunitas Pengamen jalanan menyatakan kegiatan tersebut sebagai ajang silaturahmi antar pengamen jalanan. Pemuda yang juga aktivis Sekolah anak jalanan (SENJA) ini mengungkapkan keprihatinannya pada anggapan miring sebagian masyarakat yang menganggap sebelah mata pada pengamen jalanan.
Hadir dalam acara tersebut Bapak Sungkono, merupakan bapak asuh dari komunitas Pengamen jalanan jagorawi. Ketertarikannya berawal dari rasa simpatinya pada para pengamen di jagorawi. Menurutnya dibalik penampilannya yang liar tersimpan potensi yang bagus untuk dikembangkan. Dalam beberapa event malah anak-anak itu menyabet beberapa prestasi.

Meski acara tersebut tidak dihadiri perwakilan dari Kecamatan namun peserta Nampak menikmati acara. Beberapa pengamen berharap event ini dapat lebih meningkatkan silataruhmi antar pengamen jalanan.
Photo lebih lengkap Klik disini

Profil Desa Sanja

Desa Sanja adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor  dengan luas wilayah  223 Ha berbatasan dengan :

Sebelah Utara berbatasan dengan     : Desa Karang Asem Timur  dan
                                                            Kelurahan Karang Asem Barat
Sebelah Timur berbatasan dengan    : Desa Sukahati
Sebelah Selatan berbatasan dengan  : Desa Leuwinutug
Sebelah Barat berbatasan dengan     : Kecamatan Cibinong
·        Ketinggian dari permukaan laut    130 DPL
·        Curah Hujan 2,564 mm/Tahun
·        Kelembaban dengan suhu rata-rata 27 0C
·        Bentuk wilayah berupa Daratan
Jarak  Pemerintah Desa  ke   :
·        Ibu kota Kecamatan                :     2   Km
·        Ibu Kota Kabupaten                :   12   Km
·        Ibu Kota Provinsi Jawa Barat : 167   Km
·        Ibu Kota Negara  RI                :   57   Km
Wilayah administrasi terdiri dari   :
·        Jumlah Dusun                         :     3   Dusun
·        Jumlah Rukun Warga (RW)    :     6   RW
·        Jumlah Rukun Tetangga (RT) :    32  RT
B. KEPENDUDUKAN
Jumlah Penduduk
·        Jumlah Kepala Keluarga  (KK)         :    3.731  KK
·        Jumlah Penduduk                    :  14.247  orang
·        Jumlah Laki-laki                      :    5.999  orang
·        Jumlah Perempuan                           :    8.248  orang
Jumlah wajib KTP    :
·        Wajib KTP                              :    9.334  orang
·        Sudah memiliki KTP               :    7.816  orang
·        Belum memiliki KTP               :    1.518  orang
Anggkatan Kerja dan kepadatan penduduk    :
·        Angkatan kerja Produktif                           :         9.223  orang
·        Angkatan kerja tidak produktif                  :         1.025  orang
·        Rata-rata Kepadatan penduduk                 :                    orang/Km
·        Rata-rata Penyebaran penduduk                :                  orang/Km
Mata pencaharian  penduduk       :
·        Petani                                                :         28 orang
·        Buruh Tani                              :         12 orang
·        Pengusaha Kecil                       :         12 orang
·        Pengrajin                                  :         14 orang
·        Buruh Industri/Pabrik              :       460 orang
·        Buruh Bangunan                     :       164 orang
·        Pedagang                                 :       365 orang
·        Pengemudi                               :         24 orang
·        Pegawai Negeri Sipil                :         58 orang
·        ABRI                                       :           3 orang
·        POLRI                                     :           3 orang
·        Pensiunan/Purna/Veteran                  :         28 orang
Penduduk berdasarkan kewarganegaraan       :
·        Warga Negara Indonesia                            :         14.247  orang
·        Warga Negara Asing                         :             -      orang
·        Warga Negara Indonesia Keturunan :             -        orang
Penduduk berdasarkan Agama    :
·        Islam                                       :         13.882   orang
·        Khatolik                                  :              156   orang
·        Protestan                                 :              159   orang
·        Hindu                                                :                29   orang
·        Budha                                      :                21   orang
Penduduk berdasarkan tingkat pendidikan     :
·        Belum Sekolah                                  :         1.312 orang
·        Tidak tamat SD/Sederajat                 :              42 orang
·        Tamat SD/Sederajat                          :         2.711 orang
·        Tamat SLTP/Sederajat                      :         1.376 orang
·        Tamat SLTA/Sederajat                     :         1.634 orang
·        Tamat DI – D III                               :              69 orang
·        Tamat S1                                          :              54 orang
·        Tamat S 2                                         :                2 orang
Penduduk usia  hak Pilih    :
·        Jumlah Hak Pilih           :         8. 215  orang
·        Laki – laki                      :         4.167  orang
·        Perempuan                     :         4.048  orang
C.PENGUNAAN TANAH SESUAI PERUNTUKANNYA.
1.     Tanah sawah/Tadah Hujan     :
·        Sawah Tadah Hujan                :         1,2  Ha
·        Kolam/Empang                       :         2,2  Ha
2.     Lahan Kering                           :
·        Pemukiman/Perumahan           :         150,6  Ha
·        Pekarangan                              :           19     Ha
·        Industri                                    :           39,2  Ha
·        Perkantoran                                      :           19    Ha
·        Tempat Pemakaman Desa       :             9,6  Ha
·        Lain – lain                               :            4,4   Ha
D.SARANA KEAGAMAAN
1.  Sarana  Agama  Islam    :
·        Masjid                       :         9        buah
·        Musholah/Surau       :         15      buah
·        Majlis Talim              :         15      buah
2.  Gereja                            :         -        buah
3.  Vihara                            :         -        buah
4.   Kuil                              :         -        buah
E. PEMERINTAHAN
1.  Sarana Pemerintahan              :
·        Kantor Kepala Desa                :         1        buah
·        Rumah Dinas Kepala Desa     :         -        buah
·        Kantor BPD                                      :         -        buah
2.  Sarana Wilayah                       :
·        Sungai /Kali                                      :         2        buah
·        Pompa Air/Sumur                             :   1.285      buah
3.  Sarana Perekonomian             :
·        Toko                                        :         12      buah
·        Warung Langsam                    :         72      buah
·        Mini Market/Swalayan            :           3      buah
·        Rumah makan Minang            :           6      buah
·        Rumah Makan Tegal /Warteg  :           4      buah
·        Rumah Makan Sunda/Warsun          :           3      buah
·        Warung Kopi/Warkop            :           4      buah
·        Kantor Pos                                        :           1      buah
·        Toko Matrial/Bangunan          :           6      buah
·        Servic  Electronik                    :           4      buah
·        Bengkel Motor                        :           4      buah
·        Bengkel Mobil                         :           2      buah
·        Penjahit Pakaian                      :           6      buah
·        Bengkel Las Listrik/Karbit      :           2      buah
·        Agen Minyak Pelumas            :           1      buah
·        Agen Minyak Tanah                :           2      buah
·        Agen Gas Elfiji                        :         2        buah
·        Kedai Jamu                             :         2        buah
·        Depot Isi Air Ulang                 :         4        buah
·        Studio Musik                           :         1        buah
·        Dealer Motor                           :         2        buah
·        Conter Vocer/Pulsa                 :       14       buah
·        Penyewaan Playstation           :         3       buah
·        Tukang Cukur                         :         3        buah
·        Salon Kecantikan                    :         3        buah
4.  Sarana Kesehatan                    :
·        Puskesmas (Pustu)                            :         1        buah
·        Poliklinik                                 :         1        buah
·        Praktek Bidan                         :         3        buah
·        Posyandu                                :         9        buah
·        Pijat Tradisionil                       :         2        buah
·        Prakter Dokter Umum             :         1        buah
5.  Sarana Pendidikan                            :
·        SD.Negeri                                :         4        buah
·        SD.Swasta                               :         1        buah
·        SMP Swasta                                     :         1        buah
·        MTS                                        :         1        buah
·        TPA                                         :         4        buah
·        Madrasah Diniah (MD)           :         2        buah
·        Pondok Pesantren /Kobong     :         3        buah
·        PAUD                                     :         2        buah
F. APARATUR
1.Perangkat Desa      :
·        Kepala Desa                                      :         1        orang
·        Sekretaris Desa                       :         1        orang
·        Kepala Urusan                        :         6        orang
·        Pelaksana                                :         1        orang

Buletin Puspa Media, Jurnalisme Warga Puspanegara


Menyampaikan serta menyebarkan informasi bukan hanya tugas wartawan,warga masyarakat pun dapat melakukan hal yang sama, apalagi dikuatkan dengan Undang-undang Pers No. 40 tentang kebebasan Pers. Hal inilah yang mendorong sekelompok warga masyarakat Kelurahan Puspanegara membuat Buletin Puspa Media.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Lurah Puspanegara, rameni membenarkan bahwa Karang Taruna yang menjadi bagian dari Warga Kelurahan Puspanegara berinisiatif memuat informasi warga lewat Buletin puspa media.
Memasuki April 2014, Buletin ini sudah terbit 3 edisi, meski baru 8 halaman namun isinya cukup padat. Memuat info kegiatan yang dilakukan warga masyarakat. Dalam pengisian konten juga pendistribusian, bulletin ini bekerja sama dengan Kelurahan,LPM,PKK,Karang Taruna, serta BKM Puspamandiri. Setiap exemplar dikenakan biaya seribu rupiah, cukup murah kan.., selain itu Buletin ini juga menyediakan spot iklan sehingga pelaku usaha yang ada di Kelurahan Puspanegara dapat mempromosikan produknya lewat bulletin ini.
Jurnalisme Warga perlu ditumbuhkan sebagai sarana membentuk ruang opini antar warga masyarakat sehingga warga masyarakat tak hanya jadi penikmat berita saja, lebih dari itu mereka dapat lebih interaktif dalam menyampaikan ide atau gagasan untuk kemajuan wilayah. Sudah saatnya media lokal turut serta memajukan informasi wilayahnya.

Abdul Yazid, Ramah mengolah sampah


Berbuat di Masyarakat tak harus menunggu dulu jadi Pejabat, setidaknya itu yang sudah dilakukan Abdul Yazid. Meski hanya jadi Ketua RT di wilayahnya, Kampung Lemper RT 04/05, Bapak 3 anak itu cukup banyak berbuat dilingkungan dimana ia tinggal.
Sampah yang seringkali menjadi masalah warga berhasil ditanganinya. Lewat Unit Pelayanan Kebersihan (UPK) SAWARGI SADAYA 45 yang dikelolanya kini sampah di lingkungan tersebut dapat tertangani dengan baik. Sampah rumah tangga yang dikelolanya dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik dan non organik disediakan tempatnya masing-masing. Pada dasarnya masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh Pemerintah saja. Sudah saatnya sebagai penghasil sampah kita ikut membantu, bahkan ikut bertanggung jawab dengan mengurus sampahnya sendiri, begitu menurutnya.
Dalam konteks ini, memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga cukup penting. Sebab, hakikatnya sampah dihasilkan oleh masyarakat itu sendiri. Salah satu yang dapat dilakukan masyarakat untuk berperan serta mengelola sampah dan melestarikan lingkungan adalah meninggalkan pola lama dalam mengelola sampah domestik (rumah tangga) seperti membuang sampah di sungai dan pembakaran sampah, dengan menerapkan prinsip 4R yakni, reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (daur ulang) dan replace (mengganti) serta melakukan pemisahan sampah organik dan sampah an-organik. Itu yang dilakukan Abdul Yazid selama ini bersama warga lainnya.
Tak hanya itu yang dilakukannya, air bersih yang sejak dulu dikeluhkan warga juga tak luput ia perhatikan. Dibantu CSR Perusahaan yang ada di wilayahnya. Ia membangun sarana pengadaan air bersih. Di tanah milik Perusahaan ia mendirikan Menara air. Sumber airnya diambil dari mata air yang hampir tak pernah kering meskipun disaat kemarau. Dari tower itulah dialirkan air bersih kerumah warga yang membutuhkan.
Abdul Yazid melakukan semua itu dengan senang, tanpa pamrih yang lain. Disela kesibukannya bekerja di salah satu perusahaan swasta. Toh ia masih mampu berbuat hal yang berguna bagi masyarakat sekitarnya.

Finalis Bogor Short Movie Festival 2014


Lomba Film Pendek yang diselenggarakan sejak maret silam akhirnya selesai. Sebagian peserta yang tak lain pelajar itu antusias mengirimkan kreativitas mereka berakting, demikian disampaikan Ketua Panitia M.Hasby. Ketua Panitia yang masih tercatat sebagai siswa SMK Budiniah tersebut juga sudah berkoordinasi dengan panitia lainnya. Hasilnya keluar 4 besar finalis.

Kempat Finalis lomba tersebut antara lain : SMAN 1 DRAMAGA, SMKN 1 CIBINONG, SMAN BABAKAN MADANG, dan SMA PGRI BABAKAN MADANG. Thema yang diusung pun beragam, dari tawuran hingga romantisme pelajar SMU.
Saat menyerahkan ke empat film tersebut ke Diskominfo Kab. Bogor, H.Muharom selaku Kepala UPT penyiaran menyampaikan apresiasinya kepada para peserta. Ia berjanji akan menayangkan finalis tersebut pada siaran TV Teman milik Diskominfo.
Lomba Film Pendek yang diselenggarakan Padjadjaran TV bekerjasama dengan FKOKB serta Diskominfo kab. Bogor itu merupakan sarana mengasah kreativitas siswa. Diharapkan event ini dapat memicu semangat siswa mengahadapi dunia broadcast yang saat ini semakin berkembang.

Lepas Sambut Kades Citeureup


Senin, 5 Mei 2013 menjadi hari yang cukup penting,setidaknya buat warga citeureup. Mengawali senin pertama dibulan mei 2014, diadakan Lepas sambut Kepala Desa. Budi Mulyamin, kepala desa citeureup periode 5 tahun sebelumnya menyerahkan jabatan kepala desa kepada Kepala Desa yang baru.
Gugun Wiguna, Kepala Desa terpilih periode 2014 -2020 resmi menjalankan mandat  mengepalai desa citeureup setelah memenangkan pemilihan kepala desa 9 maret silam. Dalam sambutannya pria yang bisa disapa arel ini berjanji akan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknnya.
Dalam saat yang sama, Camat Citeureup, Tedy Pembang juga menyampaikan beberapa hal terkait kepemimpinan Kades Citeureup yang baru. Menurutnya Jabatan Kepala Desa adalah amanah yang mesti dijaga dengan baik.Kepentingan warga masyarakat mesti didahulukan, imbuhnya.
Acara lepas sambut kepala desa dihadiri Ketua RT ,RW, BPD, serta CSR Perusahaan yang ada di wilayah Desa Citeureup. Kegiatan yang mengambil lokasi di Kantor Desa Citeureup itu dibuka dengan bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
beberapa undangan yang hadir dalam acara tersebut mengaku senang dengan terpilihnya Kepala Desa yang baru. mereka berharap Pemimpin yang baru ini akan membawa perubahan yang baik terutama untuk kemajuan masyarakat desa citeureup khususnya serta Kecamatan Citeureup umumnya.
Lebih lengkap Photo : https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10201901148237957&type=1&l=302651be37   (Photo : Firly Nugraha)

Kaleng Kerupuk Gaya


Kaleng Kerupuk bukan sesuatu hal yang aneh, ia biasa terlihat di warung-warung atau rumah makan. Bentuknya dari dulu ya seperti itu, kubus dengan warna yang cukup mencolok. Rata-rata berwarna biru atau hijau. Satu sisinya ada kaca yang transparan sehingga kerupuk yang di dalam terlihat dari luar.
Namun kaleng kerupuk satu ini berbeda betul dengan yang terlihat di warung-warung. Dedi Ahmadi, Pemuda dari Kampung dukuh Pasir mukti Citeureup itu membuat Kaleng kerupuk beraneka warna dan bentuk. lewat tangannya kaleng kerupuk menjelma menjadi kaleng kerupuk dengan hiasan cantik. Pada bulan Ramadhan, ia kewalahan melayani pesanan.
Kaleng kerupuk kini mendunia setelah bertransformasi dalam model-model unik. Ada yang berbentuk bundar ataupun persegi empat dan persegi enam. Warnanya pun bermacam-macam, mulai dari pink, hijau, jingga, hingga perak. Bahannya pun bukan hanya dari kaleng, tapi ada juga yang berbahan stainless.
Dedi yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Rancage ini membuat kaleng kerupuk dalam banyak ukuran. Ada yang berukuran mini yang lebih mirip toples permen atau pajangan di atas meja. Ada pula toples berukuran besar yang memuat puluhan kerupuk bundar.

Keunikan bentuk, warna, dan motif seperti itu jarang kita temui pada kaleng kerupuk di warung-warung. Dedi, Ketua KUB Rancage ini,  ini membuat kaleng kerupuk tidak hanya fungsional sebagai penyimpan penganan, tetapi juga menjadi pajangan di atas meja makan. Kaleng kerupuk hias miliknya malahan menjadi suvenir pada acara-acara pameran.
Bagi kalangan rumah tangga, kaleng kerupuk buatan Dedi menarik untuk dipajang di atas meja. Toples buatannya terlihat mentereng karena dibuat dari baja antikarat (stainless steel) yang tidak akan berkarat. Pada bagian tengah setiap sisi toples dilapisi kaca sehingga akan tampak isi toples dari luar.
Untuk mendapatkan kaleng kerupuk buatan Dedi bisa langsung datang ke Workshop Rancage di Kp. Dukuh RT 03/ 01, Pasir Mukti Citeureup-Bogor kunjungi http://umkm.citeureup.net